Pangkalpinang, Guna meningkatkan jiwa interpreunership pada generasi muda di wilayah Bangka Belitung, Pemerintah menyediakan fasilitas dan beragam program pelatihan kerja gratis di Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja dalam menyongsong pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Menurut Rudy Muhardy selaku Kepala BLKI Pemprov Babel, “Melalui pelatihan kerja yang berbasis kompetensi di BLK diharapkan pasar kerja baik di pasar kerja lokal, nasional maupun pasar kerja luar negeri dapat terus berkembang dan siap menghadapi AEC 2015.

Kepala BLKI menuturkan bahwa berdasarkan data Kemnakertrans saat ini terdapat 17 BLK milik Kemnaker dan 261 milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, selama ini beberapa jenis pelatihan yang diminati oleh masyarakat sekitar Bangka Belitung, antara lain pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan serta lainnya.

Rudy Muhardy mengatakan sistem pendidikan dan pelatihan kerja harus bersinergi dan bermuara pada peningkatan kompetensi kerja sehingga kebutuhan pasar kerja di wilayah Babel dapat segera terpenuhi oleh angkatan kerja lokal yang berdaya saing tinggi.

“Program sertifikasi tenaga kerja dilakukan dengan membangun sistem pelatihan yang terpadu dengan sistem sertifikasi kerja sehingga kompetensi, keterampilan dan keahlian kerja yang dimiliki tenaga kerja Indonesia diakui pasar kerja di dalam dan luar negeri," tambah Rudy Muhardy.

Terlebih pada hari ini, Jumat, 5 Februari 2016,  BLKI Babel melakukan seleksi tahap pertama untuk bidang menjahit, antusias para pelamar kerja berjumlah 40 orang untuk mengikuti tahap seleksi tersebut, dari sekian personil yang ada maka akan dipilih 16 personil untuk dilatih dan di trainning di LKI, ujar Rudy Muhardy.

Kepala BLKI Babel berharap, dengan adanya fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah kiranya dapat menumbuh minat masyarakat untuk menjadi wiraswasta yang handal dan mampu mengembangkan ke ilmuan yang mereka miliki sebab BLKI sebatas sarana yang memiliki keterbatasan untuk kemudian diharapkan para siswa mampu mengembangkan secara positif, imbuh nya menutup pembicaraan.(js)