Pangkalpinang, Sensus Ekonomi (SE) 2016 merupakan salah satu amanah BPS (Badan Pusat Statistik) seperti yang tertera dalam Undang-undang Statistik Nomor 16 tahun 1997. SE telah dilaksanakan empat kali yaitu tahun 1976, 1986, 1996, 2006, dan akan dilaksanakan kembali tahun 2016 di sejumlah 34 Provinsi di Indonesia .

Salah satu persiapan awal di Bangka Belitung dengan melakukan Pelaksanaan Apel Siaga , jumat 18 Maret 2016, berlokasi di Halaman Kantor Gubernur yang di hadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Pemprov Babel, Drs. H. Sahirman, M.Si (mewakili Gubernur Bangka Belitung) bersama Kepala BPS Provinsi  Babel Darwis Sitorus, Pejabat dari Unsur Forkopimda (forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Babel beserta jajaran staf Pemprov Babel, dengan mengusung tema “ Menyediakan Informasi Untuk Pengembangan Usaha dan Daya Saing Bangsa”

Dalam arahan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum  Setda Babel, selaku mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, berharap dari sensus 2016 ini diharapkan di dapat data sensus ekonomi di wilayah Babel yang valid  dan akurat serta bisa menjadi acuan bagi pemda dalam merancang, menyusun dan mengambil kebijakan, bahkan dapat menjadi gambaran umum ataupun parameter untuk melihat potensi ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung, sehingga dapat memetakan kegiatan ekonomi berskala kecil, menengah dan besar. Terutama bagi para investor yang tertarik berinvestasi, sebagaimana tema BPS” Menyediakan Informasi Untuk Pengembangan Usaha dan Daya Saing Bangsa”  “ujar Sahirman.

Dengan demikian untuk melaksanakan SE 2016 diperlukan kerjasama pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, stakeholder dan pelaku usaha untuk memberikan data yang benar dan tepat karena  BPS melalui petugas di lapangan akan mendata semua jenis usaha meliputi, nama perusahan, alamat, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, pengeluaran, prospek dan nilai pendapatan, papar nya.

Untuk mensukseskan SE 2016 BPS akan menerjunkan 1.469 tenaga kerja sebagai petugas yang akan tesebar di wilayah kabupaten/kota di wilayah Bangka Belitung dan jumlah seluruh petugas SE Indonesia mencapai 620 ribu petugas, dengan terlebih dahulu akan melatih dan mentrainning semua petugas SE agar kelak dapat bertugas dilapangan dengan benar dan tepat, sedangkan pendataan akan dimulai pada tanggal 1 -31Mei 2016, tegas Sahirman

Ditempat terpisah menurut Darwin Sitorus selaku Kepala BPS Bangka Belitung menyatakan, petugas SE 2016 akan mendata seluruh sektor usaha secara menyeluruh untuk menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis dan peluang usaha di wilayah Babel serta  pihak BPS Babel sebagai penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Sementara lokasi cakupan petugas SE 2016 meliputi seluruh usaha/perusahaan non pertanian: di lokasi tetap/permanen (mall, kantor, pasar, dll), di lokasi tidak tetap (kaki lima, pasar kaget, dll), usaha keliling, di rumah tangga (warung), sedangkan Pelaku usaha: pemerintah (sekolah, rumah sakit), lembaga nonprofit (tempat ibadah, organisasi sosial), korporasi (perusahaan, restoran, supermarket, hotel), rumah tangga (online, sektor nonformal), papar Darwin . (js)