Pangkalpinang, Dalam menyambut Hari kesaktian Pancasila segenap jajaran aparatur pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan upacara rutin di halaman Gubernur-Air Itam,beberapa waktu lalu (03/10/2016).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi,dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, DR.Yan Megawandi.,mengatakan," bertema Kerja Nyata Untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila, sebagai jiwa bagi seluruh rakyat Indonesia, Pancasila merupakan pandangan hidup, kepribadian dan dasar negara membawa konsekuensi logis yang wajib dijadikan landasan utama, landasan fundamental untuk pengaturan dalam penyelenggaraan negara sehingga dapat memberikan kekuatan dan hidup serta membimbing dalam mengejar lahir batin yang semakin baik di dalam masyarakat,” ujar Sekda Babel, Yan Megawandi.
Lanjutnya,”Pancasila mengandung nilai-nilai universal (nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, Kerakyatan dan keadilan) yang dikembangkan dan bertumbuh dalam pribadi manusia sesuai dengan kodrat sebagai mahluk pribadi dan sosial sehingga perlu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bernegara dan berbangsa dalam keseharian,”.
Dengan demikian,”dalam mewujudkannya perlu disertai dengan kesadaran warga negara akan tanggungjawab yang timbul dan tumbuh dikalangan masyarakat tanpa ada rekayasa-disertai kesadaran dalam menjalani kehidupan serta tidak dipaksakan, “tegas Yan Megawandi.
Sedangkan ,”Kerja nyata untuk kemajuan bangsa sebagai wujud pengamalan Pancasila dalam kehidupan keseharian dari Sila pertama:dengan cara mengembangkan dan menghormati kebebasan dalam menjanlankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan, Penerapan Sila kedua, dengan cara mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martaba sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, dengan mengakui persaman derajad, hak dan kewajiban, hak asasi manusia tanpa membedakan suku, keturunan,agama, ras, antar golongan, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya, “lanjut Sekda Babel dihadapan segenap peserta upacara.
Sementara,”Penerapan Sila ketiga, dengan cara menempatkan kesatuan dan persatuan demi kepentingan-keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan dengan cara mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, sedangkan Penerapan Sila keempat; dengan cara sebagai warga negara dan masyarakat, setiap manusia yang mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, “imbuh nya.
Untuk,”Penerapan Sila kelima; dengan cara mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan-kegotongroyongan serta mengembangkan sikap adil pada sesama, dengan demikian ditengah segala keberbedaan, Pancasila sebagai pedoman dasar negara-sekaligus menjadi dasar dalam berpikir, bersikap dan berperilaku sebagai warga negara dengan mengimplementasikan setiap sila Pancasila sehingga kita mampu menjadi manusia yang utuh sesuai dengan kodrat dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, “tegas beliau.
Sebagai harapan Gubernur,”Melalui pengejawantahan sila pertama, kita menyadari bahwa kehidupan yang kita jalani adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, sebab atas Nama Tuhan yang Maha Esa kita bisa disatukan untuk bisa menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan demikian hubungan antara kerja nyata untuk kemajuan Bangsa dengan Pancasila sebagai satu kesatuan-utuh dan tidak boleh dipisahkan, dengan hari kelahiran Pancasila mari kita melestarikan dan mengimplementasikan Pancasila sebagai sumber dan nilai yang teruji dalam berbangsa, bernegara dalam kehidupan kita keseharian, “tutup Sekda Babel.(js)