Pangkalpinang, Guna mencapai kesepahaman dan kesamaan persepsi antar kabupaten dan Kota pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan di tahun 2016, Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Bangka Belitung melakukan pertemuan koordinasi, beberapa waktu lalu selama dua hari, Maret 2016 berlokasi di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
Hadir dalam acara tersebut segenap unsur bidang pengawasan dan Hubungan Industrial Disnakertrans seluruh Kabupaten dan Kota se Bangka Belitung berjumlah 35 personil menyampaikan kesamaan program agar berkelanjutan dan berkesinambungan dari provinsi kepada Kabupaten/Kota di tahun 2016.
Acara tersebut di buka oleh Kepala Disnakertrans Bangka Belitung, Didik Suprapto dengan menyampaikan bahwa kita tak hanya dalam tatanan rancangan program semata melainkan dapat menyentuh langsung bagi para pekerja di segala lini sektor.
Didik menerangkan, dalam tatanan pembahasan temu antar kabupaten/kota merupakan kebersamaan untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu permasalahan, menyampaikan informasi, perintah, pernyataan; sebagai alat koordinasi antarintern atau antareksteran, agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi pada masalah-masalah yang sedang terjadi, mempersiapkan suatu acara atau kegiatan, dan menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat), dll, papar nya.
Terlebih di tahun 2016 sebagai era MEA (masyarakat Ekonomi Asean) telah dihadapkan kepada kita, dengan demikian dalam pertemuan dan pembahasan ini sebagai wahana guna membahas hal yang berhubungan dengan pelaksanaan ketenagakerjaan di suatu instansi/perusahaan, imbuh Didik.
Kemudian lanjutnya untuk mempertajam hasil pembahasan jika terjadi ketimpangan dalam bidang hubungan industrialisasi di kabupaten/kota se bangka Belitung, terutama untuk merumuskan rekomendasi kebijakan sebagai upaya memecahkan masalah ketimpangan pembangunan daerah adapun yang menjadi harapan dari rapat ini adalah dapat memberikan fibrasi serta inspirasi bagi semua pihak, tegas Kepala Disnakertrans.
Dalam pembahasan rapat, Didik Suprapto,SE menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Membangun untuk manusia dan masyarakat
2. Upaya peningkatan kesejahtraan, kemakmuran dan produktivitas dengan tidak menciptakan ketimpangan yang makin melebar, perhatian khusus diberikan kepada peningkatan produktivitas rakyat lapisan menengah bawah, tanpa menghalangi, menghambat, mengecilkan dan mengurangi keleluasaan pelaku pelaku besar untuk terus menjadi agen pertumbuhan di wilayah Bangka Belitung.
3. Aktivitas pembangunan tidak boleh merusak atau menurunkan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Menurut Didik, pertumbuhan ekonomi tinggi namun belum tentu berkualitas, sedangkan Rasio Gini meningkat berdampak pada kesenjangan tingkat pendapatan penduduk semakin melebar, untuk itu perlu dilakukan evaluasi pembangunan ditinjau dari sisi ketimpangan pada level provinsi, dan kita patut berbangga karena Bangka Belitung termasuk sebagai wilayah yang memiliki Rasio Gini paling baik di tahun 2015, terang Didik.(js)