Bangka Tengah, Peristiwa Gerhana Matahari yang berlangsung, rabu, 9 Maret 2016 terjadi di beberapa loksi wilayah Indonesia, termasuk di daerah Bangka Belitung, utama nya di lokasi daerah pantai Tanjung Pendam di Belitung dan di lokasi Pantai Terentang ( Kabupaten Bangka Tengah, desa Kurau, dusun Terentang).
Kejadian langka tersebut memiliki daya pikat tersendiri bagi masyarakat yang dilalui oleh lintasan GMT termasuk di wilayah sepanjang pesisir pantai Timur Pulau Bangka dapat mengabadikan dengan leluasa meskipun pada mulanya banyak awan menyelimuti langit sehingga sempat terhambat untuk melihat full peristiwa gerhana tersebut.
Berdasarkan pemantauan Disnaker.babelprov.go.id selama berada di lokasi sekitar Pantai Tapak Hantu di desa Tapak Hantu, di lokasi TPI (tempat pelelangan Ikan )Tapak Hantu , TPI Ketapang, Pantai Pasir Padi dan sekitar pantai Batu Belubang, banyak berdatangan kalangan masyarakat dari segala penjuru untuk mengabadikan momen penting yang belum tentu dapat melihat dan mengabadikan kejadian super langka tersebut.
Dari sekian masyarakat yang hanya untuk melihat dan mengabadikan moment tersebut tampak beberapa penjual makanan dan minuman yang menjajakan kepada pengunjung dadakan yang berlokasi di seputaran titik kumpul masyarakat.
Dengan kehadiran GMT tersebut dapat menjadi peluang tersendiri bagi para penjaja makanan dan minuman sebab sedikit banyak dapat meraup keuntungan sejak menjaja makanan dari pagi, makanan yang dijajakan seperti otak otak dan empek-empek dan beberapa sajian lain sebagai sajian khas daerah masyarakat Bangka. Kalopun tidak habis semua maka penjaja makanan dan minuman tetap akan berjualan disekitar pantai karena sudah menjadi kebiasaan kalangan masyaraka Bangka akan pergi ke Pantai pada waktu libur nasional, “terase ade yang kurang kalo dak gi ke pantai “ (terasa ada yang kurang jika belum pergi ke pantai), ujar salah satu pengunjung.
Dengan peristiwa GMT tersebut dilain sisi tak hanya membri keuntungan bagi pera penjaja makanan melainkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, terlebih di daerah Kabupaten Bangka tengah di desa Kurau. Dusun terentang ditetapkan sebagai jalur GMT dan Pemda setempat berinisiatif membuat moment tersebut dengan membuat lokasi tersebut sebagai destinasi wisata, dengan dihadirkan stan pameran dari beberap unsur SKPD Koba, kehadiran Kementrian Sosial Republik Indonesia, para pecinta GMT, masyarakat lokal bahkan wiastawan manca negara turut hadir.
Dengan moment GMT tersebut mampu menjadikan lokasi sepanjang jalur Pantai Timur di Pulau Bangka dapat menarik pengunjung dengan demikian tidak semata meningkatkan perputaran nilai rupiah melainkan sebagai sadar wisata dan promosi bagi masyarakat bahwa Pulau Bangka dapat dijadikan destinasi wisata pantai yang menjanjikan.(js)