Pangkalpinang, Guna meningkatkan kapabilitas kinerja dalam kelola anggaran bagi transmigrasi di wilayah Bangka Belitung, Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disnakertrans Pemprov Kep Babel) melakukan pertemuan, dialog dan pembahasan di Hotel Bumi Asih, Jumat 19 Agustus 2016. Undangan yang menghadiri terdiri dari dinsosnaker kabupaten Bangka Barat dan dinsosnaker Kabupaten Bangka Selatan, beserta disnakertrans Pemprov Kep Babel  sedangkan narasumber dihadirkan dari direktur jenderal pengembangan kawasan transmigrasi ,kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, kementrian transmigrasi RI.

Pelaksanaan acara dibuka oleh Kadis Disnakertrans Pemprov Kep Babel, Didik Suprapto, SH, "menyebutkan bahwa bagi kawasan transmigrasi hal utama terpenting dalam pengembangan suatu kawasan adalah ketersediaan sarana dan prasarana berupa jalan bagi warga masyarakat transmigran,".

"Dengan adanya prasarana berupa jalan merupakan solousi terbaik bagi perkembangan kawasan transmigran, terlebi lagi dalam mendistribusikan hasil sumber daya alam untuk didistribusikan ke daerah lain prasarana jalan berupa jalan lintas yang dapat menghubungkan antar daerah atau desa dikawasan transmigrasi sebagai urat nadi perekonomian masyarakat, " tandas Didik S.

"Titik sentral bagi kawasan transmigrasi di wilayah Bangka Belitung berada di kabupaten Bangka Barat (Muntok) dan Kabupaten Bangka Selatan(Toboali) , dengan demikian dalam melaksanakan realisasi program dan anggaran harus sesuai proporsi kepada kesamaan pembangunan yang adil dan merata di semua desa yang menjadi  penerima"ujar nya.

"Di tahun 2016 ini perlu kita cermati bersama bahwa sepatutnya pembangunan kawasan daerah transmigrasi perlu dilakukan dengan intens agar percepatan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut lekas membenahi dari ketertinggalan selama ini, tegas Didik S.

"Memang selama ini bagi para transmigran yang belum mandiri tetap diberikan bantuan berupa Jadup (jatah Hidup) berupa suplai beras bagi 25 kepala keluarga selama 1 (satu) tahun, sedangkan bagi keluarga yang telah mandiri di arahkan untuk membentuk kelompok dan mendapatkan bantuan berupa ternak sapi 20 ekor, "tandas Kadis Disnakertrans.

"Dengan bantuan dan perhatian  yang senantiasa diberikan oleh pemerintah Provinsi dan Kabupaten selama ini kiranya dapat menstimuli warga masyarakat transmigran untuk lekas membenah diri dan belajar mandiri dan kreatif inovatif dalam mengembangkan pertanian dan peternakan sehingga percepatan pembangunan diwilayah tersebut dapat terwujud, ucap Didik S menutup.(js)